Destinasi

Perpres Otorita Danau Toba Segera Terbit

Administrator | Senin, 23 Mei 2016 - 19:43:08 WIB | dibaca: 385 pembaca

MEDAN– Pemerintah segera mempercepat pengembangan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia di Indonesia. Salah satunya mempercepat dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Badan Otorita Danau Toba.

Menkopolhukam RI, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, Perpres tersebut segera ditandatangani Presiden Joko Widodo. “Mudah-mudahan paling lambat bulan depan (Juni) akan segera terbit Perpres itu,” katanya dalam rapat Sinkronisasi Program Pengembangan Kawasan Danau Toba di Hotel Grand Antares Medan, Sabtu (21/5). Tentang siapa yang memimpin Badan Otorita nanti, kata Luhut, diangkat dari kalangan profesional dan orangnya harus ulet bekerja.

“Kalau tidak ada orang dari dalam negeri, orang dari luar negeri bisa dikontrak jika memenuhi kriteria. Intinya Danau Toba dikerjakan serius,”ucapnya. Luhut juga menegaskan, Presiden Jokowi sangat antusias dan terus memantau perkembangan kawasan Danau Toba yang akan dijadikan wisata kelas dunia. “Kita harus berpacu dengan waktu dan bertindak cepat. Setiap pertemuan harus ada hasil dan perkembangan baru,” sebutnya.

Luhut juga mengingatkan tujuh kepala daerah atau bupati di kawasan Danau Toba harus bersinergi dan kompak. “Sebentar lagi (25 Mei 2016) Erry dilantik Presiden menjadi gubernur definitif. Bantu beliau, utamakan koordinasi, komunikasi dan harus tetap bersinergi dan kompak,” pesan Luhut. Pertemuan itu tersebut dihadiri anggota DPR RI, Ruhut Sitompul; anggota DPD RI, Parlindungan Purba; bupati Tobasa, bupati Samosir, bupati Humbahas, bupati Simalungun, bupati Dairi, serta bupati Pakpak Bharat. Sementara bupati Tapanuli Utara dan bupati Karo tidak hadir.

Sebelumnya, Plt Gubsu, Tengku Erry Nuradi mengatakan, telah beberapa kali menggelar pertemuan dan pembahasan Danau Toba yang dijadikan Monaco Of Asia, baik di Sumatera Utara maupun di Jakarta dengan Presiden serta para menteri terkait. “Mari bersinergi untuk pembangunan dengan hasil yang maksimal. Terutama untuk kemajuan Danau Toba,” ujarnya. Erry juga berpesan kepada SKPD Provsu maupun bupati sekawasan Danau Toba agar mempermudah investor yang menanamkan investasinya di sekitar Danau Toba. “Permudah masuknya investor sesuai ketentuan dan jangan berteletele,” pintanya.

Selain pembangunan Badan Otorita, menurut Erry fokus penting lainnya adalah perbaikan ekosistem Kawasan Danau Toba. “Hari ini kondisi perairan Danau Toba sudah melebihi ambang batas khususnya keberadaan keramba jaring apung (KJA),” ujar Erry. Dia menjelaskan daya dukung sebanyak 30.000 ton pakan per tahun, berdasarkan penelitian pada 2012 sudah melampaui batas hingga mencapai 54.000 ton per tahun.

Diperkirakan pada 2014 mencapai 80.000 ton. “Ini harus diperhatikan. Saya harap kabupaten tidak lagi mengeluarkan izin dan dilakukan pengawasan ketat,” kata Erry. Kondisi tersebut, tambah Erry, dibuktikan dengan kematian lebih dari 1.800 ton ikan di kawasan Haranggaol karena tidak teraturnya tata letak KJA, kepadatan yang tinggi, dan penundaan panen. “Saya berharap tujuh kabupaten kuatkan fungsi pengawasan, jangan sampai terjadi lagi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Medan, Paul AH Siahaan menjelaskan, dibutuhkan butuh biaya sebesar Rp 5,11 triliun untuk memenuhi kebutuhan penanganan jalan nasional dan daerah di wilayah KSN Danau Toba untuk kurun waktu 2017–2019. Kebutuhan itu belum termasuk rencana pembangunan jalan tol.

Dia memaparkan, pengembangan jaringan jalan mendukung prioritas nasional KSN Danau Toba sebagai kawasan pariwisata, di antaranya pembangunan jaringan jalan lingkar dalam dan luar kawasan danau toba. Langkah yang dilakukan adalah preservasi dan pelebaran jalan nasional di ruas-ruas lingkar luar danau toba, preservasi dan pelebaran jalan nasional lingkar dalam Samosir, pembangunan jembatan Tano Ponggol diruas Pangururan–Tele. Lalu, pengembangan jalan tol Tebingtinggi– Siantar, tol Siantar– Parapat, dan jalan tol Parapat– Sibolga.

sumber: koran-sindo.com/lia anggia nasution










Komentar Via Website : 8
telepon murah
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
telepon murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi telepon kantor
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)