Pemerintahan

PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA DANAU TOBA

Administrator | Kamis, 31 Maret 2016 - 17:25:29 WIB | dibaca: 2138 pembaca

Presiden Republik Indonesia memberikan arahan pada sidang awal kabinet pada tahun 2016 untuk memastikan kemajuan di lapangan pada 10 Destinasi Wisata Nasional. Pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba-Super Volcano Geopark merupakan salah satu dari 10 destinasi selain Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.

Saat ini progres kelembagaan berupa penyelesaian pembentukan Badan Otorita Daerah Pariwisata Nasional (DPN) Danau Toba telah berada pada tahap finalisasi di tingkat Kemenkumham. Badan Otorita DPN Danau Toba ditargetkan rampung pada akhir bulan Maret 2016.

Badan Otorita akan melakukan terobosan deregulasi kebijakan dan koordinasi pembenahan infrastruktur. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) juga menjadi penting untuk mempercepat pembangunan di Destinasi Pariwisata Danau Toba. Badan Otorita memiliki wewenang otoritatif dan juga koordinatif. Wewenang otoritatif artinya melakukan pengelolaan kawasan di Destinasi Pariwisata Danau Toba seluas lebih kurang 500 Ha. Terkait wewenang koordinatif, Badan Otorita akan melakukan koordinasi percepatan pembangunan di dalam area seluas lebih kurang 300.000 Ha di dalam wilayah Daerah Pariwisata Nasional (DPN) Danau Toba. Badan Otorita juga akan mendorong provinsi serta kabupaten untuk mengembangkan eco-tourism pada situs-situs geo-sites yang ada disekitar.

Data kunjungan wisatawan ke Danau Toba dalam 5 tahun terakhir menunjukan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2011 dan 2012 cukup tinggi, masing-masing mencapai 15.000 kunjungan, tetapi kemudian turun menjadi 11.000 kunjungan di tahun 2013. Total angka kunjungan di tahun 2014, termasuk wisatawan mancanegara dan nusantara, hanya 180.000 kunjungan. Program percepatan pembangunan Destinasi Pariwisata Danau Toba menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 1.000.000 kunjungan pada tahun 2019. Peningkatan ini akan dicapai melalui peningkatan aksesibilitas dan atraksi.

Responsible tourism merupakan konsep yang akan diterapkan dalam pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba, dimana pengembangannya harus ramah dan memperhatikan daya dukung lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip “Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan”.

Danau Toba memiliki panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang menjadikannya sebagai danau vulkanik terbesar di dunia dan danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Afrika. Dengan kedalaman mencapai 500 meter, Danau Toba merupakan 1 dari 10 danau terdalam di dunia.

Dengan luas 640 kilometer persegi, Pulau Samosir merupakan pulau vulkanik dengan luas setara dengan luas Negara Singapura.

Danau Toba mempunyai sejarah panjang yang memengaruhi perjalanan evolusi manusia, binatang dan tumbuhan di dunia. Ledakan vulkanik Toba terjadi 3 kali yaitu pada 900.000 tahun yang lalu, 500.000 tahun yang lalu, dan terakhir pada 75.000 tahun yang lalu. Kondisi seperti ini merupakan kondisi yang unik, yang tidak dapat dijumpai di banyak tempat di dunia. Saat ini sekurang- kurangnya terdapat total 45 geo-sites yang tersebar di 4 geo-area yakni Kaldera Porsea, Kaldera Haranggaol, Kaldera Sibandang, dan Samosir.

Pengembangan pariwisata di Danau Toba tidak hanya dari segi nilai geologisnya saja tetapi juga mengangkat kekayaan flora dan fauna serta arsitektural dan nilai-nilai luhur budaya Batak.

Untuk meningkatkan konektivitas jalur udara, Garuda Indonesia membuka rute penerbangan ke Bandara Silangit perdana mulai 22 Maret 2016. Untuk tahap awal, Garuda akan memulai penerbangan tiga kali seminggu dengan kapasitas per-penerbangan sebanyak 96 penumpang menggunakan pesawat CRJ-1000 NextGen “Explore Jet”.

Peningkatan aksesibilitas ke Danau Toba juga dilakukan dengan peningkatan landasan pacu runway Bandara Silangit dari 2.400 x 30 meter menjadi 2.650 x 45 meter. Selain itu peningkatan landasan pacu runway juga akan dilakukan pada Bandara Sibisa.

Peningkatan aksesibilitas jalur darat dilakukan dengan pembangunan jalan tol Medan - Kuala Namu - Tebing Tinggi yang proses pembebasan lahannya hingga Februari 2016 sudah mencapai 83 persen. Jalan tol ini ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2017.

Untuk mewujudkan Destinasi Pariwisata Danau Toba menjadi world class destination, maka Badan Otorita yang terbentuk akan menyusun masterplan kawasan pariwisata yang terintegrasi dengan melibatkan para konsultan masterplan kelas dunia. Di dalam kawasan ini nantinya akan dibangun fasilitas amenitas berupa hotel resort, dan fasilitas pendukung lainnya yang memenuhi standar kelas dunia baik dari segi kenyamanan maupun keamanan.

Pengembangan destinasi kawasan Danau Toba sebagai geopark kelas dunia akan mengupayakan pengakuan dari UNESCO dan terdaftar dalam Global Geopark Network (GGN) di tahun 2016.

sumber: kemenpar.go.id










Komentar Via Website : 2
solusi telekomunikasi
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
solusi telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)