Pariwisata

Arief Yahya Kunjungi Sibisa dan BOP Danau Toba

Administrator | Rabu, 21 September 2016 - 11:19:37 WIB | dibaca: 625 pembaca

Danau Toba - Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau Bandara Sibisa, di Ajibata, Toba Samosir. Bandara kecil dengan panjang landasan 750 meter itu, hingga kini belum siap dioperasikan sebagai bandara untuk penerbangan komersial.

"Selain Silangit, akses terdekat dengan Dato adalah Sibisa ini," jelas Arief Yahya, saat meninjau bandara yang berada di ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut itu. Sibisa posisinya lebih dekat dengan Dato, danau kaldera yang terbentuk dari peristiwa vulkanik itu. Hanya setengah jam dari Parapat, sedangkan paling cepat ditempuh Silangit 1,5 jam.

Sibisa juga lebih rendah posisinya, dibandingkan Silangit yang berada di ketinggian 1.400 meter dpl. "Udaranya juga sejuk, di kisaran 21-24 derajat Celcius di siang hari," ujar Arief Yahya.

Dari Danau Toba, posisi Sibisa lebih tinggi 200 meter, jadi suhunya relatif sejuk. Dari bandara yang dulu pernah didarati Susi Air itu, Menpar Arief Yahya blusukan ke lokasi Desa Pardamean, dan Sigapiton, tempat lahan untuk Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba seluas 500 hektar tersebut. Jalannya masih makadam, hanya cukup untuk satu mobil saja.

Arief Yahya juga menjelajahi dataran tinggi dan hutan pinus di atas Ajibata. Orang menyebutnya Bukit Teletabies. Dari atas tebing curam itu, bisa mengintip Pulau Samosir di tengah danau.

"Inilah yang harus dilestarikan, dihutankan kembali, reboisasi, agar menjadi water catching area yang menyuntikkan air ke dalam tanah. Nantinya air itu kembali ke danau dan sudah tersaring tanah. Ingat, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," ucap Menpar Arief Yahya bersama Hiramsyah Sambudhy Thaib, Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Kemenpar.

Hiramsyah menjelaskan Danau Toba adalah satu dari 10 "Bali Baru" yang tengah dikembangkan sebagai destinasi prioritas. Perpres Badan Otorita Pariwisata (BOP) sendiri sudah diundangkan 13 Juni 2016, dan sudah diteken sejak 1 Juni 2016. Badan inilah yang kelak tugasnya melahirkan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata Danau Toba.

Sedangkan 9 "Bali Baru" lainnya adalah Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Trmengger Semeru (BTS), Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, Morotai Maltara.

"KEK pertama dan yang paling cepat dibangun di Tanjung Kelayang dengan 324 hektare di Belitung. Tanggal 2 September nanti sudah akan ground breaking amenitas seperti hotel , restoran, dan lainnya," kata Hiram. [*]

sumber: inilah.com










Komentar Via Website : 12
Solusi Telepon
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
telepon murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
solusi hemat telekomunikasi
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
Solusi Hemat Telepon Kantor
18 Agustus 2017 - 17:41:53 WIB
telepon kantor murah
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)